Review Buku Sejarah dan Tradisi Intelektual Syaikh Mahfudz at-Tirmisy

Selasa, Desember 1st, 2020 - Artikel, Uncategorized

 

Karya tulis tentang biografi intelektual seorang tokoh atau ulama zaman dahulu telah banyak dipublikasikan dan dibukukan, baik yang sifatnya akademik maupun yang non-akademik, dengan beragam perspektif dan pendekatan. Kita bisa melihat buku-buku tersebut berjejer di rak-rak toko buku atau marketplace buku online.

Akan tetapi, sampai karya ini dibukukan, karya tulis atau buku tentang Syaikh Mahfuz tidak banyak ditemukan. Hanya ada satu-dua buku tentang Syaikh Mahfudz, tetapi dengan fokus kajian yang berbeda dari buku ini. Misalnya, Syaikh Mahfudz sebagai seorang muhaddis. Hanya sebatas itu. Tulisan-tulisan lainnya hanya berupa tulisan lepas atau artikel pendek.

Buku ini berbeda dari buku-buku yang telah ada tentang Syaikh Mahfudz. Buku ini lahir dari penelitian yang mendalam, karya akademik (disertasi) yang fokus pada satu bidang kajian, tetapi sangat komprehensif, didukung oleh data dan sumber referensi yang memadai, dan ditulis dengan sangat bernas dan sistematis, sehingga membuat pembaca mudah mencerna dan memahami isi buku ini.

Buku ini mengetengahkan biografi intelektual Syaikh Mahfudz at-Tarmasi> (1863-1920 M.), seorang ulama besar yang berjasa bagi bertumbuh kembangnya tradisi intelektual Islam dan berpengaruh besar dalam khazanah pemikiran Islam di Nusantara. Penulis buku ini membidik Syaikh Mahfudz melalui optik sejarah pengembaraan dan tradisi pembentukan intelektualitasnya yang membuat namanya masyhur, dan dikenal sebagai mahaguru ulama-ulama Nusantara. Bagaimana sejarah dan tradisi intelektualitasnya dibentuk?

Buku ini menunjukkan bahwa sejarah pembentukan tradisi intelektual Syaikh Mahfudz ditempuh melalui institusi-institusi kesarjanaan muslim, seperti pesantren di Nusantara dan halaqah ilmiah di Timur Tengah. Dari sisi transmisi keilmuan, Syaikh Mahfudz menjaga silsilah, sanad atau genealogi keilmuannya yang bersambung hingga ke Rasulullah Saw dengan mengajar di h}alaqah-h}alaqah ilmiah Masjid al-Haram, dan menulis kitab-kitab penting dalam berbagai disiplin ilmu keagamaan. Pengaruh pemikirannya dapat dilihat melalui jalur murid-muridnya—di antaranya Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai Dimyathi Tremas, dan Kiai Faqih Maskubambang—yang melestarikan tradisi keilmuannya, dan melalui jalur keturunan atau keluarganya, yaitu Pesantren Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an Demak dan Pesantren Tremas Pacitan.

Tradisi intelektual Syaikh Mahfudz merupakan tradisi intelektual yang hidup karena selalu terbuka dan membuka diri agar selalu dinamis dan mampu menjawab tantangan zamannya, sehingga Syaikh Mahfudz dapat dikategorikan sebagai productive intellectual yang memproduksi gagasan-gagasan intelektualnya, dan menyebarkannya.

Buku ini merupakan salah satu karya terbaik tentang sejarah dan tradisi intelektual Syaikh Mahfudz, yang ditulis oleh seorang dosen studi Islam, dan yang secara kebetulan ia juga seorang alumni Pesantren Tremas, tempat di mana Syaikh Mahfudz dilahirkan. [sirr] INFO LEBIH LANJUT