Lato-Lato Bayang-bayangi Panitia Qurban

Minggu, Juni 4th, 2023 - Warta

Krapyak, 4 Juni 2023

Untuk tahun ini perayaan Idul Qurban 1444 H dibayang-bayangi oleh penyakit yang banyak dialami oleh sapi-sapi hampir seluruh daerah di Indonesia.

Prof. drh. Widya Asmara, SU., Ph.D, Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, menyatakan penyakit Lumpy Skin Desease (LSD) atau penyakit Lato-Lato adalah penyakit pada sapi dan kerbau yang disebabkan oleh infeksi virus LSD. Gejala yang timbul sangat bervariasi dari ringan sampai berat.

Menurutnya gejala umum diawali dengan demam dan kadang diikuti dengan keluarnya ingus maupun leleran dari konjungtiva mata. Sedangkan gejala yang menciri adalah dengan munculnya nodul-nodul pada kulit. Nodul atau bintil-bintil ini tampak menonjol dengan diameter 2-5 cm, berbatas jelas, tersebar di daerah leher, punggung, perineum, ekor, tungkai dan organ genital.

“Nodul tersebut kemudian akan nekrosis dan meninggalkan luka yang dalam. Selain gejala pada kulit, biasanya dapat juga diikuti gejala pneumonia dengan lesi di mulut dan saluran pernafasan,” ungkap Widya Asmara, di Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Senin (22/5).

Tanda-tanda lain hewan yang terkena juga menunjukkan kepincangan, kekurusan dan untuk sapi perah akan terjadi penghentian produksi susu. Pada kasus-kasus yang parah maka akan dapat menimbulkan kematian.

Sementara itu Ketua Takmir Masjid Kamaluddin mengatakan bahwa salah satu syarat sah hewan untuk ibadah qurban adalah tidak cacat atau sakit, sehingga jika nanti terpaksa tidak bisa mencari sapi dapat menyembelih hewan qurban lainnya seperti kerbau, kuda ataupun lebih difokuskan ke hewan kambing sebagai alternatifnya, Pak Ujang panggilan akrabnya saat dihubungi melalui telpun.

Baca juga: Panggilan Allah Yang Terlupakan

Namun untuk perolehan daging akan sangat sedikit karena perbandingan antara daging sapi dan daging 7 ekor kambing seharga iuran  shohibul qurban dengan 1 ekor sapi, Abdul Basyir, MSI selaku Panitia Penyelenggara Idul Adha 1444 H Masjid Kamaluddin.

Lebih lanjut Panitia Penyelenggara mengalami keterlambatan dalam penetapan harga iuran shohibul di tahun ini, karena pencarian hewan sapi lumayan mengalami kesulitan akan tetapi alhamdulillah kami berusaha mencari hewan sapi ke daerah lain seperti di Klaten dan daerah lainnya, karena di daerah Gunungkidul yang biasa kita mencari banyak yang terjangkit lato-lato, ujar Riyadi dan Gampang Prasojo selaku Seksi Pencarian Hewan Qurban.

<kang3>