Ladang Emas Krapyak Yang Belum Tergali

Senin, Mei 29th, 2023 - Warta

Krapyak, 29 Mei 2023

Krapyak selain dikenal sebagai kampung santri juga sebenarnya mempunyai budaya atau hasil karya dari sesepuh Krapyak seperti kain lurik ATBM ( Alat Tenun Bukan Mesin) yang sampai sekarang masih diminati pasar baik nasional maupun internasional, hal itu bisa dilihat dari kunjungan di Kurnia Lurik maupun Dibyo Lurik banyak wisatawan yang berbelanja di showroom tersebut,

Di sisi lain produksi kain lurik untuk saat ini sangat keteteran melayani pasar karena sumber daya manusia yang berkarya adalah orang-orang sepuh sebagai tenaga kerjanya, ujar Sulis Haryanto salah seorang pengelola di Kurnia Lurik.

Lebih lanjut dia menuturkan kalaulah ada anak muda bisa berkarya sebagai estafet karya dan mau mengelola mengembangkannya potensi Krapyak  yang merupakan Ladang Emas Krapyak bisa tergali dengan baik.

Jikalau ada masyarakat atau komunitas di wilayah ini  bisa mengelola dengan baik tentunya Krapyak bisa dijadikan destinasi wisata sebagai kampung wisata religi, berbudaya dan mensejahterakan warga, kata Sulis yang dikenal oleh teman temanya sebagai pangeran.

Di lain pihak jamaah Masjid Kamaluddin menangkap ide-ide itu dengan memproduksi Peci Lurik Kamaluddin.

Sebagai sebuah produk peci ini bisa menggambarkan kekhasan produk dari yang bahan utamanya berasal dari Krapyak digabungkan dengan fashion santri yang berupa peci, tutur Lagiyono salah seorang bagian produksi Peci Kamaluddin.

Baxa Juga: Beramal dan Berkarya

Namun harapannya produk ini bisa sebagai salah satu usaha menggali potensi yang sangat besar di Krapyak tercinta ini.

(kang3)