” Gondelan Sarung Kiai ” Yang Perlu Dimaknai Ulang

Rabu, Mei 31st, 2023 - Artikel

Krapyak, 1 Juni 2023

Gondelan Sarung Kiai sering disematkan atau dipakai oleh warga Nahdliyin dalam memaknai berkhidmah di Organisasi sebesar Nahdlatul Ulama, yang menurut beberapa lembaga survei lebih dari 90 juta dari ummat Islam Indonesia mengaku menjadi warga Nahdliyin.

Mungkin kalau dilihat dari segi kultural boleh dikatakan benar karena tradisi-tradisi seperti tahlilan dan lain sebagainya telah dilakukan  akan tetapi kalau dari segi Jam’iyyah atau organisasi perlu dipertanyakan, karena sering terjadi kerancuan seperti kegiatan organisasi antara tingkat Pengurus Besar sampai ke Ranting bahkan ke Pengurus Anak Ranting kadang banyak kesamaannya.

Benar dikatakan oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bahwa seharusnya Pengelolaan organisasi Nahdlatul Ulama adalah seperti mengelola sebuah negara yang garis organisasi dari Presiden sampai ke daerah harus berbeda cara bekerjanya.

Ide-ide dalam satu gerakan satu komando yang seirama dicanangkan oleh PBNU sering disalah artikan di tingkat grassroot akar rumput yang  cenderung mengarah gerakan ke arah politik praktis padahal itu bertentangan khittah Nahdlatul Ulama 1926, untuk itu diperlukan penafsiran yang jelas akan adanya satu komando satu gerakan seirama itu.

Sebuah organisasi akan berjalan baik dan bekerja secara efektik dan baik untuk mencapai tujuan, seharusnya melihat kebutuhan di masing-masing tingkat wilayah kerja organisasi, baik secara kegiatan-kegiatan atau program-program haruslah tidak berbenturan dengan yang sudah ada dan mempunyai tujuan yang sama. Terjadinya benturan-benturan akan mengakibatkan kontra produktif dan memberatkan bagi warga Nahdliyin itu sendiri.

Selain itu sering pemilihan atau pengamanatan kepada personil pengurus organisasi yang kurang amanah dan sering dipaksakan sehingga laju gerak organisasi akan terbengkalai atau berhenti di tengah jalan.

Dalam hal berhidmah disuatu organisasi Nahdlatul Ulama makna “Gondelan Sarung Kiai ” perlu dimaknai ulang dan perlu diperjelas agar tidak salah persepsi.

Selamat Atas Pelantikan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama di Wilayah Kampung Krapyak Wetan, Krapyak Kulon dan Glugo  semoga bisa menjalankan amanah yang telah diberikan dan bisa menjawab tantangan yang dihadapinya.

 

(Penulis bekas salah satu aktivis GEMUNU Krapyak)